01821 2200301 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059040001200100100008600112245011700198250002000315300005200335020002200387082001500409084002100424264003900445336002100484337003000505338002300535520083900558650003201397700003401429850001201463990002201475990002201497INLIS00000000069905120260812040110 a0010-0826000015ta260812 g p ind  aJIPUBAY0 aAdelia Mustika N., dkk.ePengarangeAdelia Mustika N., dkk.ePengarangePengarang1 aJiwa juang :bSekumpulan puisi: 100 pemuda negeri /cPenulis, Adelia Mustika N., dkk.; Editor, Muttafaqur Rohmah acetakan pertama axii + 140 halaman :bilustrasi ;c14 cm x 20 cm a978-602-5370-93-9 a899.221 11 a899.221 11 ADE j aBanyuwangi :bUntag B-Press,c2020 2rdacontentateks 2rdamediaatanpa perantara 2rdacarrieravolume aPuisi adalah wakil diri, mewakili perasaan, puisi tak harus mendayu atau bernada kegetiran, tak harus pula punya kisah percintaan, semua bisa dijadikan objek dalam menulis puisi, bahkan hanya dengan membayangkan. Seperti yang dilakukan 100 pencipta puisi dalam buku ini. Siapa sangka mereka yang tak pernah bertatap mata dengan para pejuang kemerdekaan senyata-nyatanya bisa menggambarkan sosok pahlawan. Sungguh menulis puisi itu pekerjaan yang sulit: mengolah rasa menjadi makna, sebab dalam puisi itu mengandung ruh, sesuatu yang hendak disampaikan, dengan sederhana atau bertingkat. Menulis puisi berarti membebaskan diri dan bebas berkreasi, merdeka dari eksekusi kata-kata, tidak menjerat dan terjerat makna. Selamat membaca puisi-puisi pemuda negeri! Merdeka berkreasi! Merdeka berkompetisi! Merdeka berpuisi! Merdeka! 4aPuisi Indonesia -- Kumpulan0 aMuttafaqur RohmahePenyunting aJIPUBAY a00184/DPKBWI/2026 a00185/DPKBWI/2026