<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>Katalog naskah keislaman di Bali /</dc:title>
  <dc:creator>
   Agus Iswanto
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Bisri Ruchani
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Moch Lukluil maknun
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Mustolehudin
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Nur Laili Noviani
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Roch Aris Hidayat
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Subkhan Ridlo
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Umi Masfiah
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:publisher>Semarang : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang</dc:publisher>
  <dc:language>ind</dc:language>
  <dc:description>Penemuan sejumlah naskah keislaman di Pulau Bali adalah penemuan yang menarik sebab sebagaimana diketahui. masyarakat Pulau Bali, dengan umat Hindu yang terbanyak, menghasilkan tradisi lontar yang hingga saat ini masih terus berlangsung produksinya Orang lebih mengenal tradisi naskah di Bali adalah tradisi lontar yang bernuansa Hindu. Dengan penemuan sejumlah naskah keislaman tentu dapat menambah keunikan pulau Bali, yakni tradisi naskah Hindu dan tradisi naskah Islam dapat hidup bersama dan menjadi bagian sejarah masyarakat yang sudah saling berdampingan sejak lama Selain itu, penelusuran dan penemuan sejumlah naskah keislaman justru membuktikan adanya keragaman tradisi yang hidup dalam masyarakat sendiri sebagaimana tercermin dalam tradisi naskahnya.</dc:description>
  <dc:subject>katalog naskah</dc:subject>
</rdf:Description>

