<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<srw_dc:dcCollection xmlns:srw_dc="info:srw/schema/1/dc-schema" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="info:srw/schema/1/dc-schema http://www.loc.gov/standards/sru/resources/dc-schema.xsd ">
  <srw_dc:dc>
    <title xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Berkunjung ke museum Betawi : "perkampungan Betawi Setu Babakan" /</title>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Rika Sulastri</creator>
    <type xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</type>
    <publisher xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Depok : Khalifah mediatama,</publisher>
    <date xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2023</date>
    <language xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">   </language>
    <description xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Buku ini menceritakan pengalaman Miko pada saat mengunjungi Museum Betawi di Perkampungan Setu Babakan Jakarta bersama ibu guru dan teman-temannya. Tiba di museum Betawi, Miko dan teman-temannya terpesona melihat gedung museum yang sangat besar dan mewah. Mereka disambut oleh abang dan mpok pemandu museum dan diajak berkeliling museum Betawi untuk melihat benda-benda koleksi yang ada di sana, seperti ondel-ondel, miniature makanan dan minuman khas Betawi (kerak telor, kue kembang goyang, bir pletok, dll) dan berbagai kain khas Betawi warna-warni. Juga melihat golok Si Rajut yang memiliki panjang 450 cm dan berat 200 kg. Golok ini bagi orang Betawi dulu merupakan senjata para pesilat. Selain itu, ada juga roti buaya yang merupakan makanan khas Betawi berupa roti manis, biasanya ada di upacara pernikahan atau pesta tradisional Betawi. Roti ini melambangkan kesetiaan dalam perkawinan dan kemapanan. Miko dan teman-teman juga melihat-lihat disamping halaman luar museum, disitu dibangun beberapa Rumah Kebaya. Rumah khas tradisional Betawi. Papan kayu berbentuk segitiga yang disebut Gigi Balang menghiasi rumah kebaya tersebut. Mereka sangat senag dapat berkunjung ke Museum Betawi dan mengenal sejarah Betawi lebih banyak lagi. Melalui buku ini dapat memberikan harapan sekaligus semangat bagi anak-anak untuk kembali belajar dan memahami keragaman budaya local Betawi, karena melalui pemahaman kearifn local generasi muda akan lebih mampu menghargai budaya local itu sendiri.</description>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Museum</subject>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Koleksi - Bacaan kanak-kanak</subject>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Museum Betawi - Bacaan kanak-kanak</subject>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Jakarta -- Bacaan kanak-kanak -- Gedung kesenian dan museum</subject>
    <identifier xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-623-7453-56-7</identifier>
  </srw_dc:dc>
</srw_dc:dcCollection>
