<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Repatriasi massal pekerja migran Indonesia : Peran pemerintah subnasional di tengah krisis global /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Bayu Mitra A. Kusuma
   Pengarang
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Theresia Octastefani
   Penyunting
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Pandemi COVID-19 menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai salah satu kelompok paling rentan. Kehilangan pekerjaan, ketiadaan pemasukan, dan keterbatasan izin tinggal memicu gelombang repatriasi massal ke tanah air. Ketika mobilitas global harus dibatasi, ribuan PMI justru terpaksa kembali ke daerah asalnya, yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan. Di tengah krisis global tersebut, pemerintah pusat membentuk Satuan Tugas COVID-19 dengan kewenangan lintas level pemerintahan, sembari menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengambil peran aktif dalam penanganan repatriasi PMI. Konstelasi ini menempatkan pemerintah subnasional pada posisi strategis sekaligus penuh ketidakpastian. Buku ini mengulas bagaimana Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjalankan peran tersebut. Menghadapi tekanan formal dan informal, merespons situasi darurat dengan praktik-praktik kebijakan baru, serta memperkuat kapasitas untuk membangun resiliensi institusional. Melalui kisah repatriasi massal PMI di masa pandemi, buku ini menunjukkan bagaimana pemerintah subnasional menjadi aktor kunci dalam praktik tata kelola kebencanaan di tengah krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Pandemi COVID-19 menempatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai salah satu kelompok paling rentan. Kehilangan pekerjaan, ketiadaan pemasukan, dan keterbatasan izin tinggal memicu gelombang repatriasi massal ke tanah air. Ketika mobilitas global harus dibatasi, ribuan PMI justru terpaksa kembali ke daerah asalnya, yang sebagian besar berada di wilayah pedesaan. Di tengah krisis global tersebut, pemerintah pusat membentuk Satuan Tugas COVID-19 dengan kewenangan lintas level pemerintahan, sembari menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengambil peran aktif dalam penanganan repatriasi PMI. Konstelasi ini menempatkan pemerintah subnasional pada posisi strategis sekaligus penuh ketidakpastian. Buku ini mengulas bagaimana Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjalankan peran tersebut. Menghadapi tekanan formal dan informal, merespons situasi darurat dengan praktik-praktik kebijakan baru, serta memperkuat kapasitas untuk membangun resiliensi institusional. Melalui kisah repatriasi massal PMI di masa pandemi, buku ini menunjukkan bagaimana pemerintah subnasional menjadi aktor kunci dalam praktik tata kelola kebencanaan di tengah krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Tenaga kerja migran</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-634-254-152-4</dc:identifier>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
