<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Di antara arus konflik (novel reflektif - kontemplatif) /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Mashudi
   Pengarang
   Mashudi
   Pengarang
   Pengarang
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Mukminin
   Penyunting
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kepemimpinan bukanlah tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan tentang bagaimana ia tetap utuh saat berada di ketinggian itu.&#13;
&#13;
Dalam Di Antara Arus Konflik, pembaca diajak menyelami perjalanan Mashudi-seorang pemimpin yang harus menavigasi aturan dan realitas, tekanan birokrasi dan suara hati, ekspektasi publik dan keraguan pribadi. Di tengah dinamka pesisir yang kompleks, ia berhadapan dengan pilihan-pilihan sunyi yang tak selalu hitam-putih.&#13;
&#13;
Novel ini bukan sekedar kisah tentang jabatan dan kebijakan. Ia adalah refleksi tentang integritas, tentang keberanian mengakui keraguan, dan tentang menjaga agar kuasa tidak memecah keutuhan diri.&#13;
Sebab pada akhirnya, yang tersisa dari kepemimpinan bukanlah posisi-melainkan nilai yang ditinggalkan.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kepemimpinan bukanlah tentang seberapa tinggi seseorang berdiri, melainkan tentang bagaimana ia tetap utuh saat berada di ketinggian itu.&#13;
&#13;
Dalam Di Antara Arus Konflik, pembaca diajak menyelami perjalanan Mashudi-seorang pemimpin yang harus menavigasi aturan dan realitas, tekanan birokrasi dan suara hati, ekspektasi publik dan keraguan pribadi. Di tengah dinamka pesisir yang kompleks, ia berhadapan dengan pilihan-pilihan sunyi yang tak selalu hitam-putih.&#13;
&#13;
Novel ini bukan sekedar kisah tentang jabatan dan kebijakan. Ia adalah refleksi tentang integritas, tentang keberanian mengakui keraguan, dan tentang menjaga agar kuasa tidak memecah keutuhan diri.&#13;
Sebab pada akhirnya, yang tersisa dari kepemimpinan bukanlah posisi-melainkan nilai yang ditinggalkan.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Novel</dc:subject>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
