Cite This        Tampung        Export Record
Judul Berkunjung ke museum Betawi : "perkampungan Betawi Setu Babakan" / Rika Sulastri, M.Pd ; editor, Mappa Tutu ; gambar & penata letak, Muhammad Nurun Shofi
Pengarang Rika Sulastri
EDISI Cet. 2
Penerbitan Depok : Khalifah mediatama, 2023
Deskripsi Fisik 24 hlm :ilus ;24 cm
ISBN 978-623-7453-56-7
Subjek Museum
Koleksi - Bacaan kanak-kanak
Museum Betawi - Bacaan kanak-kanak
Jakarta -- Bacaan kanak-kanak -- Gedung kesenian dan museum
Abstrak Buku ini menceritakan pengalaman Miko pada saat mengunjungi Museum Betawi di Perkampungan Setu Babakan Jakarta bersama ibu guru dan teman-temannya. Tiba di museum Betawi, Miko dan teman-temannya terpesona melihat gedung museum yang sangat besar dan mewah. Mereka disambut oleh abang dan mpok pemandu museum dan diajak berkeliling museum Betawi untuk melihat benda-benda koleksi yang ada di sana, seperti ondel-ondel, miniature makanan dan minuman khas Betawi (kerak telor, kue kembang goyang, bir pletok, dll) dan berbagai kain khas Betawi warna-warni. Juga melihat golok Si Rajut yang memiliki panjang 450 cm dan berat 200 kg. Golok ini bagi orang Betawi dulu merupakan senjata para pesilat. Selain itu, ada juga roti buaya yang merupakan makanan khas Betawi berupa roti manis, biasanya ada di upacara pernikahan atau pesta tradisional Betawi. Roti ini melambangkan kesetiaan dalam perkawinan dan kemapanan. Miko dan teman-teman juga melihat-lihat disamping halaman luar museum, disitu dibangun beberapa Rumah Kebaya. Rumah khas tradisional Betawi. Papan kayu berbentuk segitiga yang disebut Gigi Balang menghiasi rumah kebaya tersebut. Mereka sangat senag dapat berkunjung ke Museum Betawi dan mengenal sejarah Betawi lebih banyak lagi. Melalui buku ini dapat memberikan harapan sekaligus semangat bagi anak-anak untuk kembali belajar dan memahami keragaman budaya local Betawi, karena melalui pemahaman kearifn local generasi muda akan lebih mampu menghargai budaya local itu sendiri.
Bahasa Tidak tersedia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Tidak diketahui / tidak ditentukan

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00000067888 069.095 982 208 3 RIK b Dapat dipinjam Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi - R. Baca Anak Tersedia
00000067889 069.095 982 208 3 RIK b Dapat dipinjam Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi - R. Baca Anak Tersedia
00000067890 069.095 982 208 3 RIK b Dapat dipinjam Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi - R. Baca Anak Tersedia
00000071066 069.095 982 208 3 RIK b Dapat dipinjam Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi - R. Baca Anak Tersedia
00000071067 069.095 982 208 3 RIK b Dapat dipinjam Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi - R. Baca Anak Tersedia
00000071068 069.095 982 208 3 RIK b Dapat dipinjam Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyuwangi - R. Baca Anak Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000696849
005 20240613103446
007 ta
008 240425###########################0######
020 # # $a 978-623-7453-56-7
035 # # $a 0010-0424000318
040 # # $a JIPUBAY
082 # # $a 069.095 982 208 3
084 # # $a 069.095 982 208 3 RIK b
100 0 # $a Rika Sulastri
245 1 # $a Berkunjung ke museum Betawi : "perkampungan Betawi Setu Babakan" /$c Rika Sulastri, M.Pd ; editor, Mappa Tutu ; gambar & penata letak, Muhammad Nurun Shofi
250 # # $a Cet. 2
260 # # $a Depok :$b Khalifah mediatama,$c 2023
300 # # $a 24 hlm : $b ilus ; $c 24 cm
520 # # $a Buku ini menceritakan pengalaman Miko pada saat mengunjungi Museum Betawi di Perkampungan Setu Babakan Jakarta bersama ibu guru dan teman-temannya. Tiba di museum Betawi, Miko dan teman-temannya terpesona melihat gedung museum yang sangat besar dan mewah. Mereka disambut oleh abang dan mpok pemandu museum dan diajak berkeliling museum Betawi untuk melihat benda-benda koleksi yang ada di sana, seperti ondel-ondel, miniature makanan dan minuman khas Betawi (kerak telor, kue kembang goyang, bir pletok, dll) dan berbagai kain khas Betawi warna-warni. Juga melihat golok Si Rajut yang memiliki panjang 450 cm dan berat 200 kg. Golok ini bagi orang Betawi dulu merupakan senjata para pesilat. Selain itu, ada juga roti buaya yang merupakan makanan khas Betawi berupa roti manis, biasanya ada di upacara pernikahan atau pesta tradisional Betawi. Roti ini melambangkan kesetiaan dalam perkawinan dan kemapanan. Miko dan teman-teman juga melihat-lihat disamping halaman luar museum, disitu dibangun beberapa Rumah Kebaya. Rumah khas tradisional Betawi. Papan kayu berbentuk segitiga yang disebut Gigi Balang menghiasi rumah kebaya tersebut. Mereka sangat senag dapat berkunjung ke Museum Betawi dan mengenal sejarah Betawi lebih banyak lagi. Melalui buku ini dapat memberikan harapan sekaligus semangat bagi anak-anak untuk kembali belajar dan memahami keragaman budaya local Betawi, karena melalui pemahaman kearifn local generasi muda akan lebih mampu menghargai budaya local itu sendiri.
650 # 4 $a Jakarta -- Bacaan kanak-kanak -- Gedung kesenian dan museum
650 # 4 $a Koleksi - Bacaan kanak-kanak
650 # 4 $a Museum
650 # 4 $a Museum Betawi - Bacaan kanak-kanak
850 # # $a JIPUBAY
990 # # $a 01338/DPKBWI/2024
990 # # $a 01339/DPKBWI/2024
990 # # $a 01340/DPKBWI/2024
990 # # $a 04248/DPKBWI/2023
990 # # $a 04249/DPKBWI/2023
990 # # $a 04250/DPKBWI/2023
Content Unduh katalog